
AZRI, Al-Quran dan Khazanah Risalah Islam Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk adalah sebuah kajian rutin yang dilaksanakan setiap bakda sholat subuh sampai pukul 6.30 yang dipimpin oleh KH. Yanto Asyatibi, S.Th.I.,M.Pd, Direktur Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk.
AZRI membahas Al-Quran secara berurutan perayat dengan cara melakukan penelaahan pada segi bahasa, historis, dan penjelasan ulama melalui berbagai kitab tafsirnya. Di tengah-tengah pembahasan, sering kali ditambahkan khazanah risalah Islam atau kekayaan keilmuan Islam dari berbagai disiplin ilmu guna menambahkan wawasan pemahaman yang lebih luas terhadap Al-Quran.
Proses Pembelajaran di Komunitas AZRI
Setiap subuh, para anggota komunitas AZRI mengadakan kajian Al-Quran yang dimulai dengan membaca ayat-ayat Al-Quran bersama-sama. Pembacaan ayat ini menjadi pembuka dalam mempersiapkan hati dan pikiran untuk menerima penjelasan lebih lanjut mengenai makna dan tafsir yang terkandung dalam setiap ayat. Setelah bacaan bersama, salah satu anggota diberi kesempatan untuk menterjemahkan ayat tersebut ke dalam bahasa Sunda atau bahasa Indonesia.
Ngalogat, Makna Mufrodati dan Makna Qowaidi
Usai penerjemahan, Ust. Dasam Samsudin, S.Pd. mengambil peran penting dengan ngalogat ayat Al-Quran ke dalam bahasa Sunda. Ngalogat di sini berarti menterjemahkan atau menjelaskan mufrodat (kosakata) dalam ayat Al-Quran menggunakan pendekatan ilmu Nahwu dan Shorof, yang mengacu pada ilmu tata bahasa Arab. Selain itu, pembahasan ini juga mengulas qowaidi, yaitu kaidah-kaidah tata bahasa Arab yang menentukan bentuk, fungsi, dan hubungan antar kata dalam ayat. Dengan bantuan Tafsir Jalalain sebagai referensi utama, pendekatan ini bertujuan untuk memastikan pemahaman yang lebih dalam tentang struktur dan nuansa kata-kata yang digunakan dalam Al-Quran.
Pembahasan Tafsir oleh KH. Yanto Asyatibi, S.Th.I.,M.Pd.
Setelah menterjemahkan ayat-ayat tersebut, KH. Yanto Asyatibi, S.Th.I., M.Pd. melanjutkan dengan pembahasan tafsir. Pembahasan ini tidak hanya terbatas pada satu tafsir, melainkan mengambil berbagai sumber tafsir yang sudah dikenal di kalangan ulama, seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir Al-Kasyaf, Tafsir Al-Maraghi, dan beberapa tafsir lainnya. Setiap tafsir yang digunakan memiliki pendekatan dan kekhasan tersendiri dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Quran, memberikan perspektif yang lebih luas dan mendalam mengenai maknanya.
KH. Yanto Asyatibi memberikan penjelasan yang sangat rinci tentang tafsir yang dipilih, dan memotivasi para peserta untuk menelaah ayat tersebut dalam konteks sejarah, sosial, dan spiritual. Ini memberi ruang bagi para peserta untuk memahami lebih dalam bagaimana ayat-ayat tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan mereka, baik dalam beribadah maupun berinteraksi dengan sesama.
Diskusi dan Penemuan dari Anggota Lain
Setelah pembahasan tafsir oleh KH. Yanto Asyatibi, kegiatan kajian ini diakhiri dengan diskusi terbuka, di mana ustadz-ustadz lain yang hadir juga diberi kesempatan untuk mengemukakan pandangan atau penemuan mereka dari kajian tafsir yang mereka pelajari. Ini adalah momen berharga untuk saling berbagi wawasan dan perspektif yang berbeda, yang semuanya akan memperkaya pemahaman terhadap ayat-ayat yang dibahas.
Kegiatan diskusi ini juga menjadi wadah bagi anggota komunitas untuk saling memperdalam ilmu dan memperkaya khazanah keilmuan mereka, menjadikan setiap pertemuan sebagai kesempatan untuk menambah wawasan dan mempererat tali ukhuwah Islamiyah.
Diantara ustadz yang sering menambahkan pemahaman terhadap kajian ini adalah, Ust. Iwan Farid Setiawan, S.Pd., Ust. Rizal Fauzi, Lc., Ust. Hazmin, S.Pd.I., dan ustadz-ustadz lainnya.
Manfaat dan Tujuan Kegiatan
Tujuan utama dari kegiatan AZRI adalah untuk mendalami Al-Quran sebagai petunjuk hidup dan untuk memahami risalah Islam dengan pendekatan yang ilmiah dan mendalam. Dengan adanya pembahasan yang dilakukan secara kolaboratif dan komprehensif, setiap anggota dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai ajaran-ajaran Islam, yang tidak hanya relevan untuk kehidupan pribadi tetapi juga untuk kehidupan sosial dan spiritual umat Islam di era modern.
Komunitas ini juga berperan dalam melestarikan tradisi kajian ilmiah Islam dan menjadi tempat bagi para ustadz dan umat untuk belajar bersama, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan mereka berdasarkan ajaran Al-Quran yang suci.
Harapan Masa Depan
Komunitas AZRI: Al-Quran dan Khazanah Risalah Islam Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk berharap dapat terus berkembang, tidak hanya menjadi pusat pembelajaran yang murni teoritis, tetapi juga menjadi ruang untuk pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan nyata. Melalui kajian-kajian seperti ini, diharapkan dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga mampu membawa perubahan positif dalam masyarakat dengan mencontohkan akhlak mulia Rasulullah SAW.
Semoga dengan adanya kegiatan ini, semakin banyak umat yang terinspirasi untuk terus mengkaji, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan mereka.