
Oleh Dasam Samsudin
Pengajar dan IT Al-Furqon MBS Cibiuk
Nak, dengan segenap cinta dan harapan, kutitipkan dirimu ke Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk. Keputusan ini bukanlah hal yang mudah bagi Ayah dan Ibu, namun kami yakin ini adalah jalan terbaik untuk masa depanmu.
Tega
Tega menitipkanmu ke pesantren merupakan suatu keberanian yang membutuhkan segenap rasa yang berkecamuk dalam jiwa. Kala hari-hari biasa, rasa kasih sayang mengalir apa adanya untukmu, buah hati kami. Namun saat tiba waktunya untuk ke pesantren, perasaan cinta, rasa rindu, dan kekhawatiran memenuhi relung hati kami. Dada ini terasa sesak, hingga air mata tak tertahankan, bahkan menangis pun terisak-isak. Meski rasa ini selalu ingin bersamamu, kami harus tega, harus berani. Untuk perjuangan di jalan Allah, hanya untuk Allah, tega ini berubah menjadi rela.
Lebih baik Ayah dan Ibu menangis saat ini karena menitipkanmu dan merindukanmu, daripada menangis nanti saat kamu tidak berakhlak mulia, bahkan tidak mengenal Allah yang menciptakanmu.
Itu jauh lebih tega pada dirimu, bahkan mungkin “dzalim”, apabila kami membiarkanmu tanpa pendidikan agama.
Ikhlas
Nak, ikhlas adalah menyerahkan setiap ibadah dan langkah kita hanya untuk Allah, karena Allah, dan berharap hanya pada Allah. La ilaha Illallah. Kepada-Nya kita bersujud, dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Adakah yang bisa membuat kita takut dan khawatir saat kita bersama Allah? Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Maha Pemberi rezeki dan Maha Pemurah, Maha Pelindung, Maha Mendengar, dan Maha Mengetahui. Allah, yang melihat kita dan anak-anak kita, pemilik langit dan bumi, menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, bahkan melebihi cinta kita pada diri sendiri.
Menitipkanmu di pesantren adalah ibadah yang besar, karena di sana engkau ditempatkan di jalan Allah. Perjalanan menuntut ilmu Allah adalah perjalanan menuju surga. Jika sebelumnya hati ini penuh dengan kekhawatiran karena cinta yang begitu dalam kepadamu, kini hati ini menjadi tenang dan bangga, sebab engkau berada di jalan Allah. Jalan Allah adalah jalan yang telah ditempuh oleh para Nabi dan Rasul. Adakah yang lebih mulia dalam hidup ini selain hidup di jalan Allah?
Tawakal
Hanya kepada Allah kami bertawakal, menyerahkan segala urusan. Sebab, hanya Allah yang bisa mejadikan hidup kita lebih baik, semua ketetapan Allah adalah baik. Betapa beruntungnya kita, nak, dipilih oleh Allah menjadi keluarga yang beriman pada-Nya. Engkau dipilih oleh Allah dan ditempatkan di lingkungan hidup yang terjaga. Guru-gurumu bukan hanya mendidik dan menjagamu, mereka juga selalu mendoakanmu sebagaimana kami selalu berdo’a untukmu. Betapa banyak do’a yang selalu kau dapatkan tiap hari, nak. Teman-temanmu adalah anak-anak yang sama-sama belajar mencintai Allah dan Rasul-Nya, para pencari ilmu bersama dirimu. Betapa indah tawakal pada Allah, karena hanya Allah yang selalu memberi ketetapan yang benar, baik, dan juga indah.
Ikhtiar
Nak, ikhtiar adalah usaha yang tiada henti karena menjalankan perintah Allah. Meskipun kamu sudah berada di pesantren, Ayah dan Ibu tetap berikhtiar dengan terus mendukung dan mendoakanmu. Kami memberikan perhatian dan memenuhi kebutuhanmu sebagai bagian dari ikhtiar kami. Di pesantren, kamu akan diajarkan untuk berusaha keras dalam belajar dan beribadah, sehingga kamu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab. Usaha yang tak pernah henti ini adalah bentuk kasih sayang kami, yang ingin melihatmu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berilmu.
Percaya
Terakhir, percayalah, nak. Percayalah pada pesantren tempatmu belajar, percayalah bahwa para ustadz dan ustadzah di sana akan membimbingmu dengan baik. Percayalah bahwa pesantren adalah tempat terbaik untukmu mengembangkan diri dan memperdalam ilmu agama. Kepercayaan ini adalah dorongan semangat dan energi positif yang Ayah dan Ibu berikan kepadamu. Dengan percaya pada pesantren, kamu akan merasa aman dan termotivasi untuk belajar dan beribadah dengan sungguh-sungguh. Kami yakin bahwa di bawah bimbingan para pengajar yang penuh dedikasi, kamu akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berilmu.